Puisi Djah

biar kan aku dengan puisiku, mungkin kadang mulut tak bisa merangkai kata yang tepat,biarkan aku berbicara lewat puisi, biarkan aku terus berkarya,  walau mungkin tak pernah indah……………………………………tapi jangan selalu menarik kesimpulan kalau puisi adalah gambaran dari hati atau diriku, karena puisi adalh puisi, dan aku adalah aku

puisi terindah sepanjang masa

puisi terindah sepanjang masa

Bunda

damai selalu kau pinta
di tengah sujud panjang
memberi napas kehidupan
untuk gerak langkahku
terus kau tulis kata cinta
walau berkali bening mengambang
dipelupuk pijar matamu
menatap hitam yg ku kirim
senyum selalu kau suguhkan
walau aku datang
dengan sekeranjang empedu
kau selalu tak peduli
saat merah aku tumpahkan di hamparan putihmu
tak merubah dekap hangatmu
selalu
dan selalu
engkau hadiahkan

Djah Juli 2008

DEBAT DI RUANG SEPI

sepasang kursi
duduk berhadapan
menggelar musyawarah
ditemani bendera merah menyala

ruang waktu cukup sepi
hanya detak jam yang bersimponi
memberi tanda
waktu yang semakin menepi

sepasang kursi saling menuding
dengan kata dijalin indah
tiada waktu untuk berpikir
semua serba samar

suasana panas menghangat
hawa perdebatan memenuhi ruang
tiada yang mengalah
nurani telah terlelap

Djah 2008

KaU DAN aKU

kau……………
aku……………
tiada beda
dicipta dari tulang rusuk adam

kau……………
aku……………
tiada beda
separuh wajahmu tergambar dalam diriku

kau………..
aku……….
sangat berbeda
ketulusan hati

kebeningan jiwa
engkau lahirkan
menjadi penerang dalam langkahku

kau………..
aku………..
sangat berbeda

derai
pedih
terlalu sering aku hadirkan
di tengan indah

Djah 2008

DIA BERSUARA

riak bergelombang
begulung-gulung
bergejolak
menawarkan maut

DIA bersuara
di tengah kealfaan
menegur kebuasan
yang semakin tak terbendung
kepongahan mengisut

kecil…
semakin kecil
dengan satu hentakan kalam

Djah 2008

AKU INGIN GELAP

raga mengigil menahan dingin
tiada sehelai benang
yang sudi membalut raga
polos jiwa kosong sukma

jerit kulengkingkan
dengan derai
mengutuk hujan yang menderas
menghardik dedaunan yang bergoyang

satu putaran jam belum sempat aku binasakan
namun muak telah lahir
memenuhi aliran darah yang bergejolak
menyihir mantra-mantra penuh dendam

aku ingin kembali
ke dalam gelap yang sepi
sepi yang menentramkan
sepi yang menghangatkan

djah 2008

BEBAS

DALAM DENTING DESAU BAYU

TERTAHAN PADA TATAP SENDU

MECOBA MEMBAKAR KATA

MENGALUNKAN KEBEBASAN

MENCARI CELAH DIANTARA BILUR2 EMBUN KEEMASAN

MEMUNGUT INDAH DI ANTARA BENTANG PASIR

LELAKI BERMATA ZAMRUD

ketika kelam menentang malam

berbalut perih

menanti kabut berbuah surya

seketika pijar dari balik awan

tatap lelaki bermata zamrud

membasuh hitam

menyuarakan putih

bening..

tatap lelaki bermata zamrud

menyelusup

tanpa gerak

tanpa nada

menghadirkan seluit rona indah

tanpa kata

tanpa nama

AMARAH DI PERSIMPANGAN

aku berdiri tegak di pesimpangan nadi-nadi ibu kota

tubuh jangkung menjunjung langit

dengan tiga mata aneka warna

banyak kisah aku rekam

dalam diam

ssst….

ini rahasia terbesar dalm hdupku

AKU BENCI MANUSIA

bagaimana tidak!

apa hak manusia mencaci merah mataku

mengapa salah selalu tertuju padak merahku

atas waktu yang semakin menepi

malah terlalu sering aku menahan geram

saat hijauku berganti merah

manusia bejat terus bergegas

mengepulkan asap

menciptakan kekacauan

bising membahana

caci maki tumpah ruah

aku hanya menatap sekilas

muak telah menguasai jiwa

dengan amarah di dada

kumainkan mata sesukaku

biar saja mereka menatap tajam

aku tak peduli …..

komunitasHp,april 2008

PULANG SEJENAK

pulang sejenak…
menyapa kamboja yang memutih
bersapa tentang rindu
tangan tertengadah
merayu pda rembulan
agar sudi melepas pilar-pilar sinarnya
kan ku bawa pulang
menemani dikala gelap
pulang sejenak..
mengetuk pintu tua
yang telah menyimpan begitu banyak
mutiara kenangan
pundi-pundi berisi tangis
peti emas menyimpan cinta
moga terbuka
agar bisa menatap kembali semua itu
walaupun tak bisa
puaslah sudah bila terkuak
sedikt saja
mencuri pandang
agar berkurang beban dijiwa
yang terus merayu
mengharap akan reuni
dengan bayu yg dulu pernah membawa raga
terbang ke nirwana
ataukah bersama pelangi?
yang warnanya terlalu indah
terlalu sukar untuk menghilangkannya
dari memori sukma
mungkin juga dgn bintang
yang cahayanya begitu kemilau
yang dulu tiada pernah bersembunyi
selalau ada di sudut malam
tempat berbagi
tempat hempaskan tangis
mengharap juga akan mentari
sang cahaya penebar damai
yang mampu beri jalan
agar tak gelap
selalau terang

Djah 2008

MELINTASI BATAS CAKRAWALA

Mencoba melalui batas cakrawala
Yang terbentang
Di perbatasan kebersamaan
Yang telah rentangkan
Jutaan jarak
Yg tiada dapat disebut dengan angka

Napas memburu
Denyut nadipun tiada tersabarkan
Kehampaan telah rasuki
Kesuciaan hati yg memutih
Kerinduan semakin kokoh
Berdiri sepanjang tapak jalan
Ingin tangan ini
Hancurkan kehampaan
Ingin kaki ini berlari
Bagai laju kilat
Tiada kan berhenti
Hingga bersandar
Pada damai kebersamaan

Djah 2008

SENYUM PENUH HIANAT

Sepanjang jalan wajah-wajah penuh senyum
Terus beri janji
Meramaikan senja yang semakin pudar
umbul-umbul berdiri meriah
brosur-brosur terbang mengisi udara

teriakan merka membahan
Tapi tiada mengusikku lagi
Telah begitu banyak penghianatan
Yang lahir dari perut nusantara
Aku mulai muak
pada senyum
Pada janji
Aku takut mementukan langkah
Aku takut terluka lagi

Djah 2008

BUNGA TANPA TUAN

Bunga itu tumbuh di padang tandus
Tiada tau sesiapa yg menyemai
Tiada yag menyirami
Namun tumbuh dengan sempurna
Menyebar wewangian
Penuhi rongga-rongga kehidupan

Djah 2008

ENGGAN

LIDAH TERGANTI SEBILAH PEDANG

MATA TIADA BERPIJAR

SENYUM BERGANTI KABUT

Djah 2008

MENCARI BAYANG REMBULAN

Senja hampir berlalu
Aku masih bermain dengan bayu
Mencari sebentuk wajah
Di dedaunan yang mulai menguning
Sekilas pandang masih kucari
Bayang rembulan
Adakah ia akan menari malam ini
Atau gelap masih bergantung di sudut-sudut malam

Djah 2008

HUJAN SATUKAN KITA

Kadang api kita sulut di tengah kekudusan subuh
Bulan itu juga pernah berubah hitam
Ternodai keegoan
Diam pernah kita lukis
Dengan judul kecongkakan
Namun semua menguap
Kala hujan menyelusup
Menemui kalbu kita

Djah 2008

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar