SELINGKUH DGN SEBAIT KATA

Cintaku mulai terbagi pada sebait kata
Seperti sore ini
Aku berhianat pada mentari
Untuk menemuinya di penghabisan waktu
Bayangku mulai memudar
Berganti baris-baris kata
Walau kekalutan belum bisa aku musnahkan
Ketika bersanding dengan gemitang
Memintal awan menjadi sebait kata
Namun cintaku yang mulai menggeliat
Pada sebait kata
Tak harus pupus
DJAH 2008

WAJAH REMBULAN

MALAM INI AKU MELIHAT BUNGA DI ATAS SANA
SEHARI YANG LEWAT TIBA-TIBA REMBULAN MENJADI MALAIKAT
PERNAH  JUGA SEKETIKA WAJAH IBU ADA DISANA
DAN
TAK JARANG YG KUTATAP ADALAH SENYUM IBLIS
DJAH 2008

MALAM BERKABUT SUNYI

malam  berkabut sunyi
lewat setitik celah
telintas seberkas Tanya
seiring desah galau
dari pengembaraan hati
ingin teriak lantang…
pada awan yang berarak
hingga terjawab kesendirian
rindu-rindu yang membuncah
melayang
semakin pedih
bagai nyanyian kematian
ingin menangis pilu
hempas kesepian
biar berlalu terbang bersama
bulan yang semakin meninggi
Djah 2008

BOHONG

Memutar lidah
Memainkan kata
Menabur mimpi
Melukis senyum
Tanpa hati
Tanpa rasa
Djah ,maret 2008

PENCARIAN TAK BERUJUNG

Selembar ijazah terapit mantap di ketiak
Menyusuri lorong-lorong tanpa nama
Mencari yang hendak menerima diri
Demi masa depan yang  lebih berarti
Seluruh pintu sudah ku ketuk
hingga keronggkongaan kering
langkah gontai
peluh mengucur deras
namun diri masih manusia muda
tanpa arah hidup yang pasti
Djah 2008

SEDETIK UNTUKKU

Biarkan aku sendiri
Ku mohon!!
Beri sedetik untukku berembuk dengan gemericik hujan
Putusan ini terlalu tak mudah
Jangan terus bayangi langkahku
Aku ingin berbincang sejenak
Dengan semilir angin
Mungkin semilir angin
bisa mengisi rongga hidup yang semakin menyempit
ku mohon sedetik untuk ku
Djah 2008

APA LAGI YANG HENDAK DIGADAIKAN?

“Mak!
Aku mau sekolah”
Rengekan seorang bocah
Dengan borok hampir menutupi tubuh
Emak terperanjat
Hanya mampu menatap
Suara telah menghilang
Kala demo menutut penurunan harga
Perih yang tersisa semakin meradang
Menatap dengan sendu
Buah hati yang bermimpi jadi presiden
Apa lagi yang hendak digadaikan ?
Tinggal nyawa di badan yang masih utuh
djah 2008

100 TAHUN

Seratus tahun bukan waktu yang singkat
Seharusnya begitu banyak yang telah tercipta
Tapi ternyata tidak!
Kita masih diam
Masih dalam dilema yang sama
Terpuruk!
djah 2008

KAMI BUKAN MENGHUJAT

Kenapa kita harus adu otot
Hingga darah tak jarang tumpah
Membentuk pulau di sepanjang jalan
Kami bukan menghujat
Kami hanya bersuara
Menyuarakan kata yang tumbuh dari nurani
Kami mohon!
Izinkan kami melangkah
Menuntut yang seharusnya kami perjuangkan
Kami  ingin damai
Tidak pertentangan!
Djah ,2008

AKU INGIN MARAH

Aku ingin marah!
Tapi pada siapa?
Pada orang dengan rumah mewah di setiap kota ?
Pada orang yang tidak tau arti kelaparan?
Pada orang yang asik dengan kemewahan?
Mungkin aku harus marah
Pada presiden?
Atau pantaskah aku marah pada TUHAN?
Djah mei 2008