ketika kelam menentang malam
berbalut perih
menanti kabut berbuah surya
seketika pijar dari balik awan
tatap lelaki bermata zamrud
membasuh hitam
menyuarakan putih
bening..
tatap lelaki bermata zamrud
menyelusup
tanpa gerak
tanpa nada
menghadirkan seluit rona indah
tanpa kata
tanpa nama
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
aku berdiri tegak di pesimpangan nadi-nadi ibu kota
tubuh jangkung menjunjung langit
dengan tiga mata aneka warna
banyak kisah aku rekam
dalam diam
ssst….
ini rahasia terbesar dalm hdupku
AKU BENCI MANUSIA
bagaimana tidak!
apa hak manusia mencaci merah mataku
mengapa salah selalu tertuju padak merahku
atas waktu yang semakin menepi
malah terlalu sering aku menahan geram
saat hijauku berganti merah
manusia bejat terus bergegas
mengepulkan asap
menciptakan kekacauan
bising membahana
caci maki [...]
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
pulang sejenak…
menyapa kamboja yang memutih
bersapa tentang rindu
tangan tertengadah
merayu pda rembulan
agar sudi melepas pilar-pilar sinarnya
kan ku bawa pulang
menemani dikala gelap
pulang sejenak..
mengetuk pintu tua
yang telah menyimpan begitu banyak
mutiara kenangan
pundi-pundi berisi tangis
peti emas menyimpan cinta
moga terbuka
agar bisa menatap kembali semua itu
walaupun tak bisa
puaslah sudah bila terkuak
sedikt saja
mencuri pandang
agar berkurang beban dijiwa
yang terus merayu
mengharap akan reuni
dengan bayu yg dulu [...]
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
damai selalu kau pinta
di tengah sujud panjang
memberi napas kehidupan
untuk gerak langkahku
terus kau tulis kata cinta
walau berkali bening mengambang
dipelupuk pijar matamu
menatap hitam yg ku kirim
senyum selalu kau suguhkan
walau aku datang
dengan sekeranjang empedu
kau selalu tak peduli
saat merah aku tumpahkan di hamparan putihmu
tak merubah dekap hangatmu
selalu
dan selalu
engkau hadiahkan
Djah Juli 2008
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
sepasang kursi
duduk berhadapan
menggelar musyawarah
ditemani bendera merah menyala
ruang waktu cukup sepi
hanya detak jam yang bersimponi
memberi tanda
waktu yang semakin menepi
sepasang kursi saling menuding
dengan kata dijalin indah
tiada waktu untuk berpikir
semua serba samar
suasana panas menghangat
hawa perdebatan memenuhi ruang
tiada yang mengalah
nurani telah terlelap
Djah 2008
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
kau……………
aku……………
tiada beda
dicipta dari tulang rusuk adam
kau……………
aku……………
tiada beda
separuh wajahmu tergambar dalam diriku
kau………..
aku……….
sangat berbeda
ketulusan hati
kebeningan jiwa
engkau lahirkan
menjadi penerang dalam langkahku
kau………..
aku………..
sangat berbeda
derai
pedih
terlalu sering aku hadirkan
di tengan indah
Djah 2008
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
riak bergelombang
begulung-gulung
bergejolak
menawarkan maut
DIA bersuara
di tengah kealfaan
menegur kebuasan
yang semakin tak terbendung
kepongahan mengisut
kecil…
semakin kecil
dengan satu hentakan kalam
Djah 2008
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . Yang berkaitan: rPuisi . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
raga mengigil menahan dingin
tiada sehelai benang
yang sudi membalut raga
polos jiwa kosong sukma
jerit kulengkingkan
dengan derai
mengutuk hujan yang menderas
menghardik dedaunan yang bergoyang
satu putaran jam belum sempat aku binasakan
namun muak telah lahir
memenuhi aliran darah yang bergejolak
menyihir mantra-mantra penuh dendam
aku ingin kembali
ke dalam gelap yang sepi
sepi yang menentramkan
sepi yang menghangatkan
djah 2008
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . Yang berkaitan: rAdd new tag, Puisi Djah . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar