Batas waktu
Ada batas dimana hujan harus berhenti
Saat Bumi telah terlalu basah
Dedaunan sudah merayu hendak bermandi sinaran
Ada waktunya dimana senandung harus berhenti
Dikala kata tak lagi senada
Saat irama tak lagi tentramkan sukma
Ada saatnya harus menarik mundur langkah
Saat di depan yang terhampar hanya buntu
Tiada celah yang bias loloskan harap
Ada saatnya untuk bangun
Saat mimpi tak lagi utuh
Yang ada hanya [...]
Oktober 26, 2009
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: & Komentar
Dalam keterasingan jiwa
Mencoba berkelana masuki sudut demi sudut harap
Ach….masih juga begini
Teratai masih terkatup
Enggan menampakkan indahnya
Pelangi yang tergantung di langit2 sore
Juga berubah warana
Kemana merah itu?
Desau angina juga tanpa nada kali ini
Enggan dia berhembus
Seolah hanya menunnaikan kewajiban tanpa rasa
Kenapa begini?
Adakah saatnya berdiam diri
Apakah saatnya menguatkan keadaan
Aku tak mengerti
Tak juga ingin jawaban
Oktober 26, 2009
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
JIKA MUNGKIN
AK INGIN DIA YANG JADI PELABUHAN TERAKHIR
MENEMANI MERAJUT CINTA
UNTUK MENJADI INDAH DI HADAP-MU
JIKA BOLEH MEMINTA
AKU INGIN DIA ADA DI HATI
SELAMANYA MELENGKAPI BAHAGIA YANG TELAH ENGKAU BERI
JIKA BOLEH MEMOHON
AKU INGIN DIA SELALU DI SINI
DI PALUNG HATI
MEMBERI GETAR INDAH
Mei 10, 2009
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: & Komentar
AKU JUGA BERHARAP BIASA SAJA
DENGAN SEMUA KEBIASAAN YANG ADA
KARENA AKU TIDAK TERBIASA
DENGAN SESUATU YANG TAK BIASA
BIARLAH………………….
SEMUA BERJALAN SEPERTI BIASA
SEBIASA ENGKAU MENGUKIR SENYUM
TAK PERLU MENJADI LUAR BIASA
KARENA AKU TLAH TERBIASA MENCINTAIMU
Januari 7, 2009
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Ah gadis……………………..
Begitu naif dirimu
Memaknai ucapku
Dengan hati membumbung
Taukah kau
Janjiku tiada bermakna
Hanya sebatas kata pengisi waktu
Aku elang dengan tatap merayu
Terbang hilir mudik
Menebar senyum
Meraih simpati
Ah gadis…………………………
Jangan bakar air mata percuma
Deraimu tiada mampu mencairkan kepongahanku
Walau sendu aku tampilkan
Namun tawa menyelinap di hati
Taukah kau
Aku terbahak saat kudapati kau terluka
Menyimpan cinta untukku
Aku merasa lelaki dengan sejuta pesona
Agustus 16, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: 1 Komentar
melukis wajahmu di bibir pantai
sebentuk senyum yang merenggut khayalku
rindu ku bagi pada bayu
mengalun semilir menuju peraduanmu
jika pikirku bisa jadi nyata
aku ingin memikirkanmu
menghadirkan seluit jingga
di senja yang semakin menepi
sejuta salam telah ku rakit
siap berlayar ke tangan samudra
mengabarkan ucap tak terkata
“terimakasih u indah yg kau hadiahkan”
Agustus 10, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
satu pintu mulai terkuak
menawarkan episode baru
sebuah malam panjang penuh perjuangan
waktu yang berpaju dengan cita
segaris senyum aku lukis hari ini
di wajah-wajah penuh cinta
masih sebentuk sabit yang samar
tapi mampu hadirkan haru di jiwa
dengan cinta aku coba kukuh
tak terlena dengan himpitan duka
aku akan bangkit
perlahan…………….
walau masih kepompong
aku mesti terus menanti
suatu hari……..
kepak kupu-kupu kan terdengar
menari……..
melayang menguasai angin
…………………..
terimakasih cinta
Juli 27, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Tirai malam mulai tersingkap
Melati masih memilih lelap
Berselimut mimpi
Merayu bayu merelakan tubuh
Membawa asa menuju langit
Kobaran mentari semakin menggila
Menjilati tanpa belas kasih
Kelopak melati masih mengatup
Membisu……
Juli 10, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
ku relakan kau pergi
terlepas
meninggalkan pedih di dermaga hati
cinta kita terlalu meninggi
mencoba menandingi cinta ilahi
membangun kepongahan
akan kuasa kita menjaga bening rindu
iman di pertaruhkan
cinta menjerat,membius
mencoba melenakan
pergilah………………….
aku akan disini
membasuh lena yang pernah mewarnai
biarkan pisah memporak-porandakan
kastil cinta yang kita bangun
dengan tawa dan air mata
tinggal keyakinan di dada
yang mencoba menguatkan langkah
biarkan cinta menemukan akhirnya
sendiri……………………………..
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
DALAM DENTING DESAU BAYU
TERTAHAN PADA TATAP SENDU
MECOBA MEMBAKAR KATA
MENGALUNKAN KEBEBASAN
MENCARI CELAH DIANTARA BILUR2 EMBUN KEEMASAN
MEMUNGUT INDAH DI ANTARA BENTANG PASIR
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar