aku mulai bosan dengan rasa ini

aku mulai bosan dengan rasa ini rasa yang tak bernama tidak juga beraturan datang suka-suka bertahan dihatiku dengan kokohnya aku ingin rasa yang pasti yang adanya benar mendatangkan kebebaran dan bisa ku tagih kebenarannya aku ingin membenarkan cinta ini membangun sebuah ikatan yang didalamnya aku menemui kedamaian

selalu bersinar

jangan meredup biar lah mentari permisi plg keperaduan krnna bumi masih butuh sinaran selalu lah bersinar tak usah hirau hujan y selalu hadirkan tangis krna kadang hujan hanya bergurau dengan derainya selalulah tersenyum karena senyum itu mampu damaikan dunia y kdg tak lagi punya rasa

batas waktu

Batas waktu Ada batas dimana hujan harus berhenti Saat Bumi telah terlalu basah Dedaunan sudah merayu hendak bermandi sinaran Ada waktunya dimana senandung harus berhenti Dikala kata tak lagi senada Saat irama tak lagi tentramkan sukma Ada saatnya harus menarik mundur langkah Saat di depan yang terhampar hanya  buntu Tiada celah yang bias loloskan harap [...]

keterasingan jiwa

Dalam keterasingan jiwa Mencoba berkelana masuki sudut demi sudut harap Ach….masih juga begini Teratai masih terkatup Enggan menampakkan indahnya Pelangi yang tergantung di langit2 sore Juga berubah warana Kemana merah itu? Desau angina juga tanpa nada kali ini Enggan dia berhembus Seolah hanya menunnaikan kewajiban tanpa rasa Kenapa begini? Adakah saatnya berdiam diri Apakah saatnya [...]

JIKA MUGKIN

JIKA MUNGKIN AK INGIN DIA YANG JADI PELABUHAN TERAKHIR MENEMANI MERAJUT CINTA UNTUK MENJADI INDAH DI HADAP-MU JIKA BOLEH MEMINTA AKU INGIN DIA ADA DI HATI SELAMANYA MELENGKAPI BAHAGIA YANG TELAH ENGKAU BERI JIKA BOLEH MEMOHON AKU INGIN DIA SELALU DI SINI DI PALUNG HATI MEMBERI GETAR INDAH

TAK PERLU JADI LUAR BIASA

AKU JUGA BERHARAP BIASA SAJA DENGAN SEMUA KEBIASAAN YANG ADA KARENA AKU TIDAK TERBIASA DENGAN SESUATU YANG TAK BIASA BIARLAH…………………. SEMUA BERJALAN SEPERTI BIASA SEBIASA ENGKAU MENGUKIR SENYUM TAK PERLU MENJADI LUAR BIASA KARENA AKU TLAH TERBIASA MENCINTAIMU

ach gadis

Ah gadis…………………….. Begitu naif dirimu Memaknai ucapku Dengan hati membumbung Taukah kau Janjiku tiada bermakna Hanya sebatas kata pengisi waktu Aku elang dengan tatap merayu Terbang hilir mudik Menebar senyum Meraih simpati Ah gadis………………………… Jangan bakar air mata percuma Deraimu tiada mampu mencairkan kepongahanku Walau sendu aku tampilkan Namun tawa menyelinap di hati Taukah kau [...]

rindu

melukis wajahmu di bibir pantai sebentuk senyum  yang merenggut khayalku rindu ku bagi pada bayu mengalun semilir menuju peraduanmu jika pikirku bisa jadi nyata aku ingin memikirkanmu menghadirkan seluit jingga di senja yang semakin menepi sejuta salam telah ku rakit siap berlayar ke tangan samudra mengabarkan ucap tak terkata “terimakasih u indah yg kau hadiahkan”

kepak kupu-kupu yang hendak terbang

satu pintu mulai terkuak menawarkan episode baru sebuah malam panjang penuh perjuangan waktu yang berpaju dengan cita segaris senyum aku lukis hari ini di wajah-wajah penuh cinta masih sebentuk sabit yang samar tapi mampu hadirkan haru di jiwa dengan cinta aku coba kukuh tak terlena dengan himpitan duka aku akan bangkit perlahan……………. walau masih kepompong [...]

melati membisu

Tirai malam mulai tersingkap Melati masih memilih lelap Berselimut mimpi Merayu bayu merelakan tubuh Membawa asa menuju langit Kobaran mentari semakin menggila Menjilati tanpa belas kasih Kelopak melati masih mengatup Membisu……

  • Pilih Kategori

  • Kompetisi Blog elearning
  • a href="http://itikkecil.wordpress.com/hari-aids-2007/">
  • Radio on Air

  • Jadikan anak bangsa lebih Smart

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.