keterasingan jiwa

Dalam keterasingan jiwa

Mencoba berkelana masuki sudut demi sudut harap

Ach….masih juga begini

Teratai masih terkatup

Enggan menampakkan indahnya

Pelangi yang tergantung di langit2 sore

Juga berubah warana

Kemana merah itu?

Desau angina juga tanpa nada kali ini

Enggan dia berhembus

Seolah hanya menunnaikan kewajiban tanpa rasa

Kenapa begini?

Adakah saatnya berdiam diri

Apakah saatnya menguatkan keadaan

Aku tak mengerti

Tak juga ingin jawaban

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar