MENCARI BAYANG REMBULAN

Senja hampir berlalu
Aku masih bermain dengan bayu
Mencari sebentuk wajah
Di dedaunan yang mulai menguning
Sekilas pandang masih kucari
Bayang rembulan
Adakah ia akan menari malam ini
Atau gelap masih bergantung di sudut-sudut malam
Djah 2008

HUJAN SATUKAN KITA

Kadang api  kita sulut di tengah kekudusan subuh
Bulan itu juga pernah berubah hitam
Ternodai keegoan
Diam pernah kita lukis
Dengan judul kecongkakan
Namun semua menguap
Kala hujan menyelusup
Menemui kalbu kita
Djah 2008

MERINDU AKU YANG PUTIH

Bersimpuh dipelukMU
Dalam balutan sepi yang mencekam
Menyandarkan kelam bersama derai
Merindu aku yang putih
Berharap menghapus jejak yang penuh lena
Aku ingin mencumbu-MU
Seperti dulu
Dengan serpihan cinta yang telah retak
Djah 2008

SELINGKUH DGN SEBAIT KATA

Cintaku mulai terbagi pada sebait kata
Seperti sore ini
Aku berhianat pada mentari
Untuk menemuinya di penghabisan waktu
Bayangku mulai memudar
Berganti baris-baris kata
Walau kekalutan belum bisa aku musnahkan
Ketika bersanding dengan gemitang
Memintal awan menjadi sebait kata
Namun cintaku yang mulai menggeliat
Pada sebait kata
Tak harus pupus
DJAH 2008

WAJAH REMBULAN

MALAM INI AKU MELIHAT BUNGA DI ATAS SANA
SEHARI YANG LEWAT TIBA-TIBA REMBULAN MENJADI MALAIKAT
PERNAH  JUGA SEKETIKA WAJAH IBU ADA DISANA
DAN
TAK JARANG YG KUTATAP ADALAH SENYUM IBLIS
DJAH 2008

MALAM BERKABUT SUNYI

malam  berkabut sunyi
lewat setitik celah
telintas seberkas Tanya
seiring desah galau
dari pengembaraan hati
ingin teriak lantang…
pada awan yang berarak
hingga terjawab kesendirian
rindu-rindu yang membuncah
melayang
semakin pedih
bagai nyanyian kematian
ingin menangis pilu
hempas kesepian
biar berlalu terbang bersama
bulan yang semakin meninggi
Djah 2008

BOHONG

Memutar lidah
Memainkan kata
Menabur mimpi
Melukis senyum
Tanpa hati
Tanpa rasa
Djah ,maret 2008

PENCARIAN TAK BERUJUNG

Selembar ijazah terapit mantap di ketiak
Menyusuri lorong-lorong tanpa nama
Mencari yang hendak menerima diri
Demi masa depan yang  lebih berarti
Seluruh pintu sudah ku ketuk
hingga keronggkongaan kering
langkah gontai
peluh mengucur deras
namun diri masih manusia muda
tanpa arah hidup yang pasti
Djah 2008

SEDETIK UNTUKKU

Biarkan aku sendiri
Ku mohon!!
Beri sedetik untukku berembuk dengan gemericik hujan
Putusan ini terlalu tak mudah
Jangan terus bayangi langkahku
Aku ingin berbincang sejenak
Dengan semilir angin
Mungkin semilir angin
bisa mengisi rongga hidup yang semakin menyempit
ku mohon sedetik untuk ku
Djah 2008

APA LAGI YANG HENDAK DIGADAIKAN?

“Mak!
Aku mau sekolah”
Rengekan seorang bocah
Dengan borok hampir menutupi tubuh
Emak terperanjat
Hanya mampu menatap
Suara telah menghilang
Kala demo menutut penurunan harga
Perih yang tersisa semakin meradang
Menatap dengan sendu
Buah hati yang bermimpi jadi presiden
Apa lagi yang hendak digadaikan ?
Tinggal nyawa di badan yang masih utuh
djah 2008