Bunda

damai selalu kau pinta
di tengah sujud panjang
memberi napas kehidupan
untuk gerak langkahku
terus kau tulis kata cinta
walau berkali bening mengambang
dipelupuk pijar matamu
menatap hitam yg ku kirim
senyum selalu kau suguhkan
walau aku datang
dengan sekeranjang empedu
kau selalu tak peduli
saat merah aku tumpahkan di hamparan putihmu
tak merubah  dekap hangatmu
selalu
dan selalu
engkau  hadiahkan

Djah Juli 2008

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar