hmmm………….
akhirnya di penghujung bulan juli yang dilingkupi hujan dan mendung
banyak yang berakhir……………………….
ada yang benar-benar berakhir
karena memang tidak ada titik temu
dan aku juga berharap tidak ada titik temu!!!!!!!!!
dan
setelah ermpat tahun mungkin aku boleh menarik napas sejenak
yach……………….
aku tau hanya sejenak
karena dunia baru akan di mulai
dunia yang lebih nyata
dunia yang lebih menantang
tapi………….
aku siap
mungkin juga terpaksa siap
Juli 27, 2008
Kategori: Uncategorized . . Penulis: aekmaga . Komentar: & Komentar
mungkin kita tidak pernah berpikir kalau hari jumat adalah hari yang dimuliakan, karena memang dulu bagi saya hari jumat adalah hari yang biasa, mungkin cukup berbeda juga, karena hari jumat sekolah cepat pulang, atau mungkin bagi yang bekerja hari jumat adalah hari yang dinanti-nanti karena besok adalah libur.
Tapi ternyata hari jumat adalah hari yang dimuliakan. [...]
Juli 27, 2008
Kategori: Relegius . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
satu pintu mulai terkuak
menawarkan episode baru
sebuah malam panjang penuh perjuangan
waktu yang berpaju dengan cita
segaris senyum aku lukis hari ini
di wajah-wajah penuh cinta
masih sebentuk sabit yang samar
tapi mampu hadirkan haru di jiwa
dengan cinta aku coba kukuh
tak terlena dengan himpitan duka
aku akan bangkit
perlahan…………….
walau masih kepompong
aku mesti terus menanti
suatu hari……..
kepak kupu-kupu kan terdengar
menari……..
melayang menguasai angin
…………………..
terimakasih cinta
Juli 27, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
allah cinta kepada
tiga golongan manusia
tapi cintanya kepada golongan manusia
lebih berat kepada tiga golongan itu
Allah cinta kepada orang bertaqwa
tapi cinta_NYa lebih berat kepada pemuda yang bertaqwa
Allah cinta kepada orang pemurah
tapi cinta-Nya lebih berat kepada orang miskin yang pemurah
Allah cinta kepada orang rendah hati
tapi lebih cinta kepada orang kaya yang rendah hati
(al hadis)
Juli 10, 2008
Kategori: Relegius . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Tirai malam mulai tersingkap
Melati masih memilih lelap
Berselimut mimpi
Merayu bayu merelakan tubuh
Membawa asa menuju langit
Kobaran mentari semakin menggila
Menjilati tanpa belas kasih
Kelopak melati masih mengatup
Membisu……
Juli 10, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
ach Tuhan…………………………………………
nikmat mana mu lagi yang tidak aku kecap????
keluarga yang begitu berharga, seorang ayah yang selalu berjuang untuk anak-anaknya, yang rela menghabiskan waktu hanya untuk kami bisa mengecap pendidikan……………………
kata-kata ayah suatu hari,yang mungkin ayah sendiri tidak sadar akan kata-kata itu, yang sampai sekarang selalu jadi motivasiku “tak ada harta yang akan ayah wariskan untuk kalian, [...]
Juli 7, 2008
Kategori: Uncategorized . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
ku relakan kau pergi
terlepas
meninggalkan pedih di dermaga hati
cinta kita terlalu meninggi
mencoba menandingi cinta ilahi
membangun kepongahan
akan kuasa kita menjaga bening rindu
iman di pertaruhkan
cinta menjerat,membius
mencoba melenakan
pergilah………………….
aku akan disini
membasuh lena yang pernah mewarnai
biarkan pisah memporak-porandakan
kastil cinta yang kita bangun
dengan tawa dan air mata
tinggal keyakinan di dada
yang mencoba menguatkan langkah
biarkan cinta menemukan akhirnya
sendiri……………………………..
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
DALAM DENTING DESAU BAYU
TERTAHAN PADA TATAP SENDU
MECOBA MEMBAKAR KATA
MENGALUNKAN KEBEBASAN
MENCARI CELAH DIANTARA BILUR2 EMBUN KEEMASAN
MEMUNGUT INDAH DI ANTARA BENTANG PASIR
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
ketika kelam menentang malam
berbalut perih
menanti kabut berbuah surya
seketika pijar dari balik awan
tatap lelaki bermata zamrud
membasuh hitam
menyuarakan putih
bening..
tatap lelaki bermata zamrud
menyelusup
tanpa gerak
tanpa nada
menghadirkan seluit rona indah
tanpa kata
tanpa nama
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
aku berdiri tegak di pesimpangan nadi-nadi ibu kota
tubuh jangkung menjunjung langit
dengan tiga mata aneka warna
banyak kisah aku rekam
dalam diam
ssst….
ini rahasia terbesar dalm hdupku
AKU BENCI MANUSIA
bagaimana tidak!
apa hak manusia mencaci merah mataku
mengapa salah selalu tertuju padak merahku
atas waktu yang semakin menepi
malah terlalu sering aku menahan geram
saat hijauku berganti merah
manusia bejat terus bergegas
mengepulkan asap
menciptakan kekacauan
bising membahana
caci maki [...]
Juli 7, 2008
Kategori: Puisi . . Penulis: aekmaga . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar