patuhku pada dia

ya Allah di sadarku yang kadang mengabut, aku masih dengan doa yang telah aku pahat dalam hati, aku masih dengan harapku “suami yang mampu tuntun menuju surgaMU”, aku tak miminta dia, walau manusiawiku memohon dia, berharap dia, mengiba dia.

ya Allah jika dia memang untukku, ku mohon jadikan dia suami yang padanya aku “patuh”, yang padanya aku layak mengharap surgaMu, karana saat aku jadi istri dia setiap langkahku harus dengan izin dia.

ya Allah, dalam keimananku yang kadang layak aku pertanyaan aku masih mengharap cintaMu, masih terus akan mengiba padaMU, ku mohon beri aku suami yang Engkau cintai, karna aku tau, begitu mudahnya aku menuju surgaMu hanya dengan aku patuh pada dia,

ya Allah, ku mohon jadikan dia sesorang yang layak aku pertahankan, yang layak dapatkan cintaku seutuhnya, yang mampu melengkapi aku dengan kecengenganku, aku dengan kekuranganku, aku dengan keegoaanku, aku dengan imanku yang masih perlu untuk terus dipupuk.

jika suatu waktu aku tak bersama dia yang saat ini aku “cintai” tetap pengang hatiku, ingatkan aku dengan doa yang telah aku ucap, jangan biarakan aku menetskan air mata, walau kadang aku takut dengan duka itu.

batas waktu

Batas waktu

Ada batas dimana hujan harus berhenti

Saat Bumi telah terlalu basah

Dedaunan sudah merayu hendak bermandi sinaran

Ada waktunya dimana senandung harus berhenti

Dikala kata tak lagi senada

Saat irama tak lagi tentramkan sukma

Ada saatnya harus menarik mundur langkah

Saat di depan yang terhampar hanya  buntu

Tiada celah yang bias loloskan harap

Ada saatnya untuk bangun

Saat mimpi tak lagi utuh

Yang ada hanya ada galau

keterasingan jiwa

Dalam keterasingan jiwa

Mencoba berkelana masuki sudut demi sudut harap

Ach….masih juga begini

Teratai masih terkatup

Enggan menampakkan indahnya

Pelangi yang tergantung di langit2 sore

Juga berubah warana

Kemana merah itu?

Desau angina juga tanpa nada kali ini

Enggan dia berhembus

Seolah hanya menunnaikan kewajiban tanpa rasa

Kenapa begini?

Adakah saatnya berdiam diri

Apakah saatnya menguatkan keadaan

Aku tak mengerti

Tak juga ingin jawaban

tak ada judul

tak adajudul

tak ada isi

tak ada makna

tak ada yang ada

semua tak ada

JIKA MUGKIN

JIKA MUNGKIN

AK INGIN DIA YANG JADI PELABUHAN TERAKHIR

MENEMANI MERAJUT CINTA

UNTUK MENJADI INDAH DI HADAP-MU

JIKA BOLEH MEMINTA

AKU INGIN DIA ADA DI HATI

SELAMANYA MELENGKAPI BAHAGIA YANG TELAH ENGKAU BERI

JIKA BOLEH MEMOHON

AKU INGIN DIA SELALU DI SINI

DI PALUNG HATI

MEMBERI GETAR INDAH

TAK PERLU JADI LUAR BIASA

AKU JUGA BERHARAP BIASA SAJA

DENGAN SEMUA KEBIASAAN YANG ADA

KARENA AKU TIDAK TERBIASA

DENGAN SESUATU YANG TAK BIASA

BIARLAH………………….

SEMUA BERJALAN SEPERTI BIASA

SEBIASA ENGKAU MENGUKIR SENYUM

TAK PERLU MENJADI LUAR BIASA

KARENA AKU TLAH TERBIASA MENCINTAIMU

ach gadis

Ah gadis……………………..
Begitu naif dirimu
Memaknai ucapku
Dengan hati membumbung
Taukah kau
Janjiku tiada bermakna
Hanya sebatas kata pengisi waktu
Aku elang dengan tatap merayu
Terbang hilir mudik
Menebar senyum
Meraih simpati

Ah gadis…………………………
Jangan bakar air mata percuma
Deraimu tiada mampu mencairkan kepongahanku
Walau sendu aku tampilkan
Namun tawa menyelinap di hati
Taukah kau
Aku terbahak saat kudapati kau terluka
Menyimpan cinta untukku
Aku merasa lelaki dengan sejuta pesona

AGAMA MELARANG BERSEDIH

Kita pasti pernah bersedih, banyak factor yang menyebabkan kita bersedih, tapi ternyata bersedih sangat dilarang, ini ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi

…Dan, janganlah bersikap lemah dan jangan  (pula) bersedih hati  (QS.Ali Imran:139)

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita  (QS. At-Taubah:40)

Memang saat duka menanyapa begitu sulit berdamai dengan diri sendiri, kesedihan terus menawarkan tangis, tapi taukah bersedih tidak pernah mendatangkan manfaat, malah akan melenakan kita, saat kita bersedih pasti kita akan malas mengerjakan apapun. Kreatifitas kita menurun, malah kita akan menjadi orang bodoh.
Kesedihan adalah hal yang disenangi setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar manusia bersedih, dan menjadikan langkah mereka terhenti.

Setiap muslim diperintahkan untuk mengusir jauh-jauh. Rasullah saw selalu memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari kesedihan. Beliau selalu berdoa “ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita”

Kesedihan adalah teman akrab kecemasan. Adapun perbedaan antara keduanya adalah manakala sesuatu hal yang tidak disukai hati itu berkaiatan dengan hal-hal yang belum terjadi, ia akan membuahkan kecemasan. Sedangkan bila berkaitan dengan persoalan masa lalu, maka ia akan membuahakan kesedihan. Dan persamaannya, kedua-duanya dapat melemahakan semangat dan keinginan hati untuk berbuat sesuatu yang kebaikan.

selayaknya memang kita menghindari bersedih, walu sebenarnya sangat sulit untuk tidak bersedih. tetapi kita tidak boleh memelihara rasa sedih

rindu

melukis wajahmu di bibir pantai

sebentuk senyum  yang merenggut khayalku

rindu ku bagi pada bayu

mengalun semilir menuju peraduanmu

jika pikirku bisa jadi nyata

aku ingin memikirkanmu

menghadirkan seluit jingga

di senja yang semakin menepi

sejuta salam telah ku rakit

siap berlayar ke tangan samudra

mengabarkan ucap tak terkata

“terimakasih u indah yg kau hadiahkan”

akhirnya

hmmm………….

akhirnya di penghujung bulan juli yang dilingkupi hujan dan mendung

banyak yang berakhir……………………….

ada yang benar-benar berakhir

karena memang tidak ada titik temu

dan aku juga berharap tidak ada titik temu!!!!!!!!!

dan

setelah ermpat tahun mungkin aku boleh menarik napas sejenak

yach……………….

aku tau hanya sejenak

karena dunia baru akan di mulai

dunia yang lebih nyata

dunia yang lebih menantang

tapi………….

aku siap

mungkin juga terpaksa siap